Skip to main content

Student Mobility dan sharing session program program studi arsitektur Unisa di Diploma Perancangan Bandar dan Wilayah dan Sarjana Muda Seni Muda UiTM Perak Malaysia.

setelah mengikuti  International Innovation, invention and design competition 2019 UiTM Perak Malaysia, Muhamad Orbit Gemilang dapat mengikuti Student Mobility dan sharing session program program studi arsitektur Unisa di Diploma Perancangan Bandar dan Wilayah dan Sarjana Muda Seni Muda UiTM Perak Malaysia.

Program Studi Arsitektur UNISA meraih juara ketiga “International Student Competition in Architectural Design and Construction of Bamboo 2019”

Alhamdulillah, Program Studi Arsitektur UNISA meraih juara ketiga “International Student Competition in Architectural Design and Construction of Bamboo 2019” yang diselenggarakan oleh ASEAN International Colleges and Universities dan Nan-sha Bird Park, Guangzhou, China. Tim yang terlibat :
Hilman A Rahman – leader (2018), Jauharoh Panca (2018), Rega Juliagus Toro (2018), Raden Rara (2018), Didi Kholiq (2019) dan Erdinsyah Mahendra (2017).

MAHASISWA ARSITEKTUR UNISA BORONG MEDALI DI AJANG KOMPETISI INTERNASIONAL I-FINOG

Program Studi Arsitektur Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) mengikuti International Festival of Innovation on Green Technology (i-FINOG) 2019 di Malaysia untuk kedua kalinya. Dan alhamdulillah tim Arsitektur Unisa berhasil meraih 1 medali emas (Gold Medal) dan 1 medali perak (Silver Medal). Kompetisi i-FINOG 2019 merupakan kompetisi inovasi teknologi yang diadakan oleh Universiti Malaysia Pahang (UMP). Kompetisi i-FINOG memberikan kesempatan kepada siswa/mahasiswa dari berbagai negara untuk mengembangkan budaya kreatifitas dan inovasi yang kompetitif dan berkelanjutan. Kompetisi ini diikuti oleh perwakilan dari beberapa negara, termasuk Indonesi

Mahasiswa Arsitektur Unisa Meraih 3 Best Presentation di CommTECH 2017

International Office Institute Teknologi Sepuluh November (ITS) Mengadakan Community and Technological Camp (CommTECH) Integrated Initiative 2017 . CommTECH merupakan ajang perkumpulan mahasiswa dari berbagai negara seperti China, Vietnam, hingga mahasiswa dari Indonesia sendiri .

Sekitar 75 mahasiswa asing melaksanana summer camp di ITS  selama 7 hari. Dalam waktu tersdebut mahasiswa Indonesia Maupun Asing dipersatukan menjadi satu kelompok untuk mempresentasikan hasil karya mereka dalam satu minggu tersebut. Dalam kesempatan ini kelompok mahasiswa yang di ikutsertai oleh mahasiswa arsitektur Unisa Yogyakarta mendapat predikat 3 Best Presentation program.

MAHASISWA ARSITEKTUR UNISA RAIH PERAK DI AJANG KOMPETISI INTERNASIONAL I-FINOG

Kami mewakili Program Studi Arsitektur Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) mengikuti International Festival of Innovation on Green Technology (i-FINOG) 2018 di Malaysia. Dan alhamdulillah tim kami berhasil meraih medali perak (Silver Medal). Kompetisi i-FINOG 2018 merupakan kompetisi inovasi teknologi yang diadakan oleh Universiti Malaysia Pahang (UMP). Kompetisi i-FINOG memberikan kesempatan kepada siswa/mahasiswa dari berbagai negara untuk mengembangkan budaya kreatifitas dan inovasi yang kompetitif dan berkelanjutan. Kompetisi ini diikuti oleh perwakilan dari beberapa negara, termasuk Indonesia.

dosen arsitektur menajdi penulis naskah terbaik

DOSEN ARSITEKTUR UNISA MENJADI PENULIS NASKAH TERBAIK

Penulis Makalah Terbaik diraih Dosen Arsitek UNISA

Dosen program studi Arsitek Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta Iwan Darmawan, S.T., M.Sc mendapatkan penghargaan sebagai penulis makalah terbaik, dalam acara seminar nasional yang diadakan oleh Universitas Islam Indonesia (UII), Rabu (31/1).

Makalah yang berhasil meraih predikat terbaik dalam seminar nasional dengan tema Sustainability in Architecture itu diberi judul Penerapan Arsitektur Bambu Untuk Pengembangan Kawasan Desa Wisata yang Berkelanjutan.

Iwan Darmawan menuturkan bahwa desa yang ingin dikembangkan sebagai desa wisata yaitu desa wisata Turgo yang terletak di Kabupaten Sleman. Selain letaknya berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Merapi yang merupakan kawasan konservasi flora dan fauna endemic Merapi, desa Turgo termasuk cluster budidaya tanaman bambu, dimana bambu sudah ditetapkan sebagai komoditas unggulan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Kabupaten Sleman.

Ada beberapa kendala yang dihadapi oleh Iwan selaku peneliti untuk mengembangkan desa wisata tersebut, salah satunya belum adanya konsep pengembangan dusun Turgo, serta potensi yang ada belum dikembangkan sebagai daya tarik wisata.

Dari situ dalam penelitianya Iwan ingin memanfaatkan bambu yang ada di desa Turgo sebagai perencanaan bangunan dan lingkunganya, untuk mewujudkan potensi- potensi yang terdapat di kawasan tersebut melalui pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

“Konsep berkelanjutan bagi masyarakat Dusun Turgo dapat dicapai melalui karya desain arsitektur yang mengedepankan potensi lokal yang dimiliki yaitu bambu,” ucap Iwan.

(Source:Humas Universitas ‘Aisyiyah)